find your sweet spot first, then explore

admit it, at least you (will) have a question of your own such as “..really?” about the following :

13th Warrior - Antonio Banderas as Ahmad Ibnu Fadlan Antonio Banderas as Ahmad Ibn Fadlan

who is this Ahmad Ibn Fadlan?

 

Kingdom Of Heaven - Saladin

there’s a scene, when Saladin said “When i’m not King, i quake for Islam!”

eiyy? who is this Saladin?? anak RT 7 sebelah??

kesama’an antara / exact similiarity between :

the devil and The World of Jinn and Devils - In the Light of Qur’an and Sunnah

haiyaaa…..ampyunnn…mate deeyyy

or (controversional) theory/interpretation between :

Alexander (the movie) Alexander, the movie

and…

Somewhere In Time (Iron Maiden, 1986)

Lyrics of track no.11 (Alexander The Great)
Album: Somewhere In Time, by Iron Maiden, 1986

and…

Dhul-Qarnayn (Zulkarnain) in the Qur’an

So…

INTINYA ADALAH / THE ESSENCE IS:

Cari yang paling menarik untuk (situ sendiri), lalu (baru) eksplore !
To find your (own) sweet spot, then go explore!

Allah bikin kita, orang, dikasih otak, buat, baca, tulis dan mikir
Allah created us, homo-sapiens, to think, to read, write and to use our brain

Satu hal pasti akan berkembang jadi hal lain (yg lebih baik)
One thing will lead to another (good) thing

Tapi MEMANG HARUS START utk mencari sendiri!
But you HAVE to start to find your own sweet spot!

Emangnya nyokap situ ngajarin cara ngupil?
Did your mom teach you how to pick your nose?

Kagak kan? Tapi cuma situ doang yg tau caranya ngupil yg paling enak
No, eh? But you and only you, know how to pick your nose the right way

Cheers

Have a good Friday everyone…

btw, use Wikipedia or Google to search 13th Warrior, Kingdom of Heaven, Ahmad Ibnu Fadlan, Saladin, Alexander (the movie), Iron Maiden etc

and ALSO your own Qur’an tafseer to search about Dhul Qarnayn (Zulkarnain)

also, thanks to Ismet, for luring me to have a conversation about Dhul Qarnayn (in the Qur’an) few years back. rock on dude…

5 Comments

Filed under thoughts

5 responses to “find your sweet spot first, then explore

  1. Some thougts from the mortal…

    Allah ciptakan manusia dan jin tidak lain dari untuk menyembahnya. =)
    Pikir memang penting, tapi rasullulah SAW nyuruhnya ‘dengar dan taati.’.
    Bukan dengar dan pikir-pikir dulu.
    Jadi enakan, dengar, taat, lakukan, baru pikirin hikmahnya. I believe that’s what we supposed to do.
    Bukan di pikir dulu.

  2. totally agree…
    this post was meant to be sekedar hanya ngasih liat,
    bahwa entrance (jalan masuk) itu sebenernya banyak (banget)

    rock on …🙂

  3. Some thougts from the mortal…

    Allah ciptakan manusia dan jin tidak lain dari untuk menyembahnya. =)
    Pikir memang penting, tapi rasullulah SAW nyuruhnya ‘dengar dan taati.’.
    Bukan dengar dan pikir-pikir dulu.
    Jadi enakan, dengar, taat, baru pikirin hikmahnya. I believe that’s what we supposed to do.

  4. ilham d. sannang

    situs asyik, tulisan asyik.
    tapi pas ngebaca komentar Brother Micki, saya tergelitik pingin komentar balik.

    ada buku bagus, “Aku Beriman, maka Aku Bertanya – Aku Menggugat, Maka Aku Kian Beriman” (http://buku-buku-buku.blogspot.com/2007/03/aku-beriman-maka-aku-bertanya-aku.html). Terbitan SERAMBI.

    Penulisnya seorang Profesor Matematika di USA, Prof. Jeffrey Lang, yang akhirnya masuk Islam karena berpikir.

    “Anak-anak muslim yang lahir di Amerika tumbuh dalam benturan budaya Amerika dan subkultur masjid, dan bagi mereka sulit untuk menangkap relevansi Islam dengan kehidupan nyata mereka. Benturan ini semakin terasa karena anak-anak di sekolah terbiasa bertanya dan menyanggah, sementara masjid-masjid sepertinya tidak mengakomodasi berbagai pertanyaan yang muncul.

    Buku ini memuat berbagai pertanyaan yang muncul di benak generasi muda muslim, mualaf, dan perempuan-perempuan muslim di Amerika, baik yang disampaikan melalui surel (e-mail) maupun yang disampaikan langsung kepada Prof. Lang ketika berceramah di suatu tempat. Pertanyaan-pertanyaan yang oleh pihak masjid sepertinya tidak diperkenankan. Sedangkan bagi Prof. Lang, bertanya adalah sah-sah saja. Dan bahkan malaikat pun bertanya! Yaitu ketika Allah memberitahu para malaikat bahwa Allah hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”
    _____________________________
    Micki wrote: “Allah ciptakan manusia dan jin tidak lain dari untuk menyembahnya. =)
    Pikir memang penting, tapi rasullulah SAW nyuruhnya ‘dengar dan taati.’.
    Bukan dengar dan pikir-pikir dulu.
    Jadi enakan, dengar, taat, baru pikirin hikmahnya. I believe that’s what we supposed to do.”
    _______________________________
    Menurut Quraish Shihab, kata ‘aql’ dalam al-Quran (yang kita serap menjadi ‘akal’ dalam bahasa Indonesia) mengandung makna “pikiran” sekaligus “hati”. Jadi, tidak pernah ada dikotomi antara pikiran dan agama. simak ayat Quran ini:

    “maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati (qulub) yang dengan itu mereka dapat memahami (ya’qiluun) atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (QS 22:46)

    terjemahan Depag ini kurang menyampaikan maknanya. Simak redaksi bahasa Arabnya: “lahum quluubun ya’qiluuna biha”. Jadi, qulub (hati) itu bertugas untuk “ya’qiluun” (berpikir, menggunakan akal, memahami). Karena itu, mendengar, taat, kontemplasi, doa, pikir, ibadat, semuanya satu. Gak bisa dipisahkan, dan bukan untuk di-dikotomi-kan. Malaikat pun–makhluk yang paling taat–BERTANYA pada Tuhan, “Kenapa menciptakan makhluk yang menumpahkan darah?” (QS 2:30).

    Di QS 10:100, “Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya (laa ya’qiluun).

    Untunglah orang2 yang lahir dari ortu Islam. Coba kalau dari ortu non-Islam, dan agamanya memerintahkan: “taat aja dulu, denger, baru pikirkan hikmahnya”, pasti hidayah gak masuk2. Orang2 non-muslim yang masuk Islam biasanya awalnya karena berpikir, betapa logisnya agama ini, dan betapa tidak logisnya agama yang dia peluk dulu.

    Tapi, saya ngerti kok maksud Micki. Agama itu buat diamalkan, jangan kebanyakan didiskusikan tanpa diamalkan. Setuju. Sambil kita tidak lupa bahwa menggunakan akal (akal otak dan akal budi) adalah bagian integral dari agama, dan merupakan fondasinya.

    Allahu a’lam (God knows best)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s